PUISI
SAKIT HATI
BAHASA JAWA/INDONESIA
- Inilah kenyataan umum yang saya tahu jika saya kebetulan bertemu dengan orang-orang yang jatuh cinta pada kata-kata: mereka membaca puisi. Kisah cinta saya pada sastra juga diawali perkenalan dengan puisi. Ketika itu, saya belum punya napas yang cukup panjang untuk menyelesaikan sebuah cerpen (apalagi novel). Saya menulis puisi-puisi pendek di buku harian saya tentang tema-tema sederhana, misalnya tentang dompet merah yang hilang. Ketika itu saya masih SMP. Dulu, saya pikir, menulis puisi itu gampang. Ternyata, lama kelamaan bagi saya menulis puisi lebih sulit dibanding menulis prosa. Maka itu, sekarang saya tahu diri; tidak menulis puisi. Sampai sekarang saya masih heran dengan mereka yang bilang bahwa menulis puisi itu gampang, bagi saya menulis puisi itu pekerjaan berpikir yang tak selesai-selesai.dan di bawah ini ada catatan puisi gue
LARAKU
Dedaunan merintih kala desau angin menggetarkan pepohonan
Aku merajut sepi yang bercengkrama bersama titik air mata
Lirih ku senandungkan irama duka
Berharap mampu terbangkan lara hingga ke ujung cakrawala
Diantara detik waktu yang menyeretku dalam hampa
Disela kesakitan yang menghatarku pada nestapa
Ku tersadar….
Hanya DIA yang masih ku punya
URIPKU
Nalika aku mlaku ning pucuking argo panderman
Ora sengaja aku weruh wit-witan kang jejer ning pinggir dalan
Aku nakoni atiku,opo saktenane sing tak goleki ing uripku iki
Kesenengan sing koyok apa…?
Legi sing koyok opo…….?
Aku ora ngerti,aku mung bisa ndonga kanti ikhlasku
Aku mlaku melu kekarepaning atiku
Aku ora ngerti apa sing kudu tak pikirne
Aku ora bisa mikir sing paling apik kanggo uripku
Amarga aku ing jeroning kawah
Kang sawayah-wayah bisa ngremukne belung-belungku
Nguliti ragaku lan mbatek kabeh isi wetengku
amarga rasa laraning atiku sing ora bisa diwenehake marang liyan
Aku mung bisa ngucapke,Duh Gusti,kula percados menawi PANJENENGAN menika tresno kaliyan kulo.
Cinta yg tak bs kumiliki
Seiring waktu yg terus brlalu
smakin ingin aq membencimu
smakin syg aq padanya
Trlalu byk kenangn antara aq dan dia
Yg tak mgkn bs qu lupakan begitu saja
Tawanya,candanya dan senyumannya…
Aq tau aq tak bisa memilikinya
Aq dan dia sdh berbeda
tadinya aq sempat menangis…
Menangis kecewa
Kecewa krn aq tak bisa memilikinya
Hingga akhirnya dr hari ke hari
Aq semakin dewasa menghadapi hidup ini
Tp sudahlah aq akn berusaha melupakannya
Demi org yg mencintai dan menyayangiku pd saat ini
KESENDIRIAN
Wahai kawan
apakah kau tahu
apa yang sedang ku rasakan
sepi tanpa pujaan hati
seperti jatuh ke lembah yang dalam
menghilang bersama kegelapan
Aku memanglah pecundang
yang bersembunyi dalam kesunyian
menatapi kehidupan yang kelam
ku termangu dalam kesendirian
di temani bintang
sebagai teman ketika malam
Pujaan hati telah hilang
hilang untuk persahabatan
dan untuk mengukir kenangan
walau itu kenangan yang menyakitkan
Biarlah ku termangu dalam kegelapan
menghilang dalam kesunyian
dan terhapus oleh ombak yang berkejaran
terpenjara dalam belenggu kehidupan
didalam ruang hampa tak berujung
Dan lihatlah kawan
di musim semi yang indah
aku berdiri di sebuah taman
tanpa dirinya disampingku
melihat bunga bermekaran
seperti cinta mereka
Dan disana air mataku menetes
aku menyesali hidupku
karena aku begitu bodoh
hingga aku dipermainkan oleh cinta
Dan aku terus dalam kehancuran
tanpa cahaya pengharapan
dan menhilang dibalik kabut kesendirian
SAHABAT YANG TERLUPAKAN
Sahabat…
Entah apakah kau tahu atau tidak
Yang kini kurasa saat menggoreskan tinta
Bila kau tak tahu…???
Bagaimana caraku memberitahumu?
Sungguh aku bingung…
Tapi, walaupun kau tahu, hatiku belum mau
Karena kusadar tak ada artinya bila kau tahu!
Sahabat…
Aku sepi… aku sendiri… aku sedih… menangis
Rindu aku akan canda, jail, dan guyonanmu
Indah… mengingati kenangan itu!
Yang sekarang tak lagi kau berikan
Saat itu… saat kau masih sepertimu
Masih awal… masih jauh dari jenuh dan bosan
Saat tak banyak kesibukan menghimpitmu
Saat kau sms-kan “Aku tak kan lupakanmu”
Saat kau katakan “Aku tak kan ninggalin kamu
Dan jangan bilang akan kehilangan aku lagi”
Dan saat ini???
Aku kehilanganmu…
Aku bagaikan…
Sahabat yang terlupakan
(terimakasih telah mengunjungi blog saya)

0 komentar:
Posting Komentar